Wednesday, 24 July 2013

4 Nabi Yang Masih Lagi Hidup Hingga Kini




Beriman kepada nabi dan rasul merupakan rukun yang ketiga dalam rukun iman. Seperti yang kita maklum, bilangan rasul ialah 315 [riwayat At-Tabrani] orang dan yang wajib diketahui ialah sebanyak 25 orang, manakala bilangan para nabi pula tidak diketahui tetapi dianggarkan bilangan mereka ialah sebanyak 124,000 orang. Namun, ramai para nabi telah pun wafat tetapi tahukah korang semua bahawa ada 4 orang nabi yang masih lagi hidup hingga ke hari ini? Tak tahu? Jom kita lihat siapakah mereka.



1. Kisah Nabi Isa Alaihissalam 

Al-Qur’an menerangkan dalam surat AnNisaa’:157 bahwa Nabi Isa AS tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang Kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah SWT seperti Nabi Isa AS (sebagian ulama berpendapat orang yang diserupakan adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Yudas Iskariot) dan karena ucapan mereka:

“Sesungguhnya kami telah membunuh AlMasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
(An Nisaa’ : 157) 

Nabi Isa AS diselamatkan oleh Allah SWT dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. AlQur’an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini. ”Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa’ :158) 


2. Kisah Nabi Khidir Alaihissalam 

Pada saat Raja Iskandar Dzul Qarnain pada tahun 322 S. M. berjalan di atas bumi menuju ke tepi bumi, Allah SWT mewakilkan seorang malaikat yang bernama Rofa’il untuk mendampingi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang, Raja Iskandar Dzul Qarnain berkata kepada malaikat Rofa’il: “Wahai malaikat Rofa’il ceritakan kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit ”,
malaikat Rofa’il berkata, “Ibadah para mailaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya ”.

Kemudian raja berkata, “Alangkah senangnya seandainya aku hidup bertahun-tahun dalam beribadah kepada Allah ”.

Lalu malaikat Rofa’il berkata, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air bumi, namanya ‘Ainul Hayat’ yang berarti, sumber air hidup. Maka barang siapa yang meminumnya seteguk, maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia mohon kepada Allah agar supaya dimatikan ”.

Kemudianya raja bertanya kepada malaikat Rofa’il, “Apakah kau tahu tempat “Ainun Hayat itu?”.
mailaikat Rofa’il menjawab, “Bahwa sesungguhnya Ainun Hayat itu berada di bumi yang gelap ”.

Setelah raja mendengar keterangan dari malaikat Rofa’il tentang Ainul hayat, maka raja segera mengumpulkan ‘Alim Ulama’ pada zaman itu, dan raja bertanya kepada mereka tentang Ainul Hayat itu, tetapi mereka menjawab, “Kita tidak tahu khabarnya, namun seoarng yang alim di antara mereka menjawab, “ Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat di bumi yang gelap ”.

“Di manakah tempat bumi gelap itu?” tanya raja.

Seorang yang alim menjawab, “Di tempat keluarnya matahari”. 

Kemudian raja bersiap-siap untuk mendatangi tempat itu, lalu raja bertanya kepada sahabatnya. “Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap ?”.
Para sahabat menjawab, “Kuda betina yang perawan”.
Kemudian raja mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang perawan-perawan, lalu raja memilih-milih di antara tentaranya, sebanyak 6000 orang dipilih yang cendikiawan dan yang ahli mencambuk.

Di antara mereka adalah Nabi Khidir AS, bahkan beliau menjabat sebagai Perdana Menteri. Kemudian berjalanlah mereka dan Nabi Khidir AS berjalan di depan pasukannya dan mereka jumpai dalam perjalanan, bahwa tempat keluarnya matahari itu tepat pada arah kiblat.

Kemudian mereka tidak berhenti-henti menempuh perjalanan dalam waktu 12 tahun, sehingga sampai ditepi bumi yang gelap itu, ternyata gelapnya itu memancar seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam. Kemudian seorang yang sangat cendikiawan mencegah Raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya, berkata ia kepada raja. "Wahai Raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk tempat yang gelap ini karena tempat yang gelap ini berbahaya."

Lalu Raja berkata: ” Kita harus memasukinya, tidak boleh tidak.”

Kemudian ketika Raja hendak masuk, maka meraka semua membiarkannya. Kemudian Raja berkata kepada pasukannya: ”Diamlah, tunggulah kalian ditempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang pada kalian dalam masa 12 tahun itu, maka kedatanganku dan menunggu kalian termasuk baik, dan jika aku tidak datang sampai 12 tahun, maka pulanglah kembali ke negeri kalian”.

Kemudian raja bertanya kepada Malaikat Rofa’il: ” Apabila kita melewati tempat yang gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita ?”.

“Tidak bisa kelihatan”,jawab malaikat Rofa’il,” akan tetapi aku memberimu sebuah merjan atau mutiara, jika merjan itu ke atas bumi, maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras, dengan demikian maka kawan- kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian.”

Kemudian Raja Iskandar Dzul Qurnain masuk ke tempat yang gelap itu bersama sekelompok pasukannya, mereka berjalan di tempat yang gelap itu selama 18 hari tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam dan siang, tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi oleh Nabi Khidlir AS.

Di saat mereka berjalan, maka Allah SWT memberi wahyu keapda Nabi Khidlir AS, ”Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat ini Aku khususkan untuk kamu ”.
Setelah Nabi Khidlir menerima wahyu tersebut, kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya: “ Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian. ”

Kemudian beliau berjalan menuju ke sebelah kanan jurang, maka didapatilah oleh beliau sebuah Ainul Hayat yang dicarinya itu. Kemudian Nabi Khidlir AS turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun ke “Ainul Hayat” (sumber air kehidupan) tersebut, dan beliau terus mandi dan minum sumber air kehidupan tersebut, maka dirasakan oleh beliau airnya lebih manis daripada madu. Setelah beliau mandi dan minum Ainul hayat tersebut, kemudian beliau keluar dari tempat Ainul Hayat itu terus menemui Raja Iskandar Dzulkarnain, sedangkan raja tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nabi
Khidlir AS, tentang melihat Ainul Hayat dan mandi.

(Menurut riwayat yang diceritakan oleh Wahab bin Munabbah), dia berkata, bahwa Nabi Khidlir AS adalah anak dari bibi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Dan raja Iskandar Dzulkarnain keliling di dalam tempat yang gelap itu selama 40 hari, tiba-tiba tampak oleh Raja sinar seperti kilat, maka terlihat oleh Raja, bumi yang berpasir merah dan terdengar oleh raja suara gemercik di bawah kaki kuda, kemudian Raja bertanya kepada Malaikat Rofa’il: 

“Gemercik ini adalah suara benda apabila seseorang mengambilnya, niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambilnya, niscaya ia akan menyesal juga. ”

Kemudian di antara pasukan ada yang membawanya namun sedikit, setelah mereka keluar dari tempat yang gelap itu, ternyata bahwa benda tersebut adalah yakut yang berwarna merah dan jambrut yang berwarna hijau, maka menyesallah pasukan yang mengambil itu karena mengambilnya hanya sedikit, demikianlah pula pasukan yang tidak mengambilnya, bahkan lebih menyesal. Diriwayatkan oleh Ats-tsa’Labi dari: Iman Ali Rodliayllohu ‘ anhu.

1. Cerita ini dikutib dari kitab
 “ Baidai’iz karangan Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas halaman 166 – 168. Penerbit: Usaha Keluarga s Semarang.

2. Cerita dari Kitab Nuzhatul Majalis Karangan Syeikh Abdul Rohman Ash-Shafuri.
Penerbit Darul Fikri Bairut Halaman 257 – 258. 


3. Kisah Nabi Idris Alaihissalam 

Lalu keduanya menerusakan perjalanan sampai empat hari lamanya dan selama itu pula Nabi Idris AS menemukan keanehan yang ada pada Malaikat itu dan Nabi Idris AS bertanya: ”Hai tuan, kamu ini sebenarnya siapa?”,

Malaikat itu menjawab: ”Saya adalah malaikat pencabut nyawa”.

Nabi Idris AS bertanya:” Apakah kamu akan mencabut nyawa manusia?”,

Malaikat menjawab:”Ya”,

Nabi Idris AS bertanya: ”Apakah kamu juga mencabut nyawa selama dalam perjalanan 
bersama saya?”,

Malaikat menjawab: ”Ya, saya telah mencabut beberapa nyawa manusia dan sesungguhnya nyawa manusia itu adalah bagaikan hidangan makanan, sebagai mana kamu menghadapi sesuap makanan saja”.

Nabi Idris AS berkata: ”Dan apakah kamu datang ini untuk mencabut nyawa saya atau sekedar berkunjung?”,

Malaikat menjawab: ”Saya datang hanya untuk berkunjung”,

Nabi Idris AS berkata: ”kalau begitu saya punya hajat kepadamu”,

Malaikat menjawab: ”Hajat apa, hai Nabi Idris?”

Nabi Idris AS berkata: ”Saya ingin agar kamu mencabut nyawa saya, lalu memohonlah 
kepada Allah untuk menghidupkan saya sehingga saya bisa beribadah kepada Allah sesudah merasakan sakitnya mati”.

Malaikat menjawab: ”Sungguh saya tidak bisa mencabut nyawa seseorang tanpa seijin Allah”.

Lalu Allah SWT berfirman kepada Malaikat: ”Cabutlah nyawa Idris!”.

Kemudian malaikat itu mencabut nyawa Nabi Idris AS dan matilah Nabi Idris AS lalu Malaikat menangis sambil merendahkan diri untuk memohon kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris AS kembali, kemudian Allah menghidupkan Nabi Idris AS, lalu malaikat bertanya: ”Hai Nabi Idris bagaimana rasanya mati itu?”.

Nabi Idris AS berkata:”Sungguh rasanya mati itu bagaikan binatang yang dikuliti dalam keadaan masih hidup, sedang rasa mati itu melebihi 100X lipat rasa sakit binatang yang dikuliti dalam keadaan masih hidup”.

Malaikat menjawab:”Hai Nabi Idris, padahal saya mencabut nyawamu itu dengan cara hati-hati dan sangat halus dan ini belum pernah saya lakukan kepada siapapun”.
Nabi Idris AS berkata: ”Saya mempunyai hajat yang lain kepadamu, yaitu ingin melihat neraka jahannam, agar saat melihat itu saya lebih banyak beribadah kepada Allah”.
Malaikat menjawab: ”Sungguh saya tidak bisa masuk neraka jahannam tanpa ada izin dari Allah”, lalu Allah SWT berfirman kepada Malaikat: ”Pergilah kamu bersama Nabi Idris ke neraka jahannam”.

Kemudian malaikat bersama Nabi Idris AS pergi ke neraka jahannam, maka Nabi Idris AS dapat melihat segala yang dipersiapkan untuk menyiksa di neraka jahannam, lalu keduanya kembali dari neraka jahannam. Nabi Idris AS berkata: ”Saya punya hajat lagi kepada kamu, agar kamu mengajakku pergi ke syurga,dan setelah itu saya akan menjadi hamba yang lebih taat dalam beragama”.

Malaikat berkata: ”Saya tidak bisa masuk syurga tanpa ada ijin dari Allah”.
Lalu Allah AS berfirman: ”Hai Malaikat pergilah kamu bersama Idris ke syurga”. 

Dan keduanya pergi ke syurga dan berhanti di depan pintu syurga, maka Nabi Idris AS dapat melihat segala kenikmatan yang ada dalam syurga, melihat kerajaan yang banyak, melihat anugerah yang banyak dan melihat pepohonan dan buah-buahan yang beraneka macam ragamnya.

Nabi Idris berkata: ”Wahai Malaikat, saya telah merasakan mati, telah melihat segala macam siksaan dalam neraka, lalu mohonlah kepada Allah, agar ia memberi izin saya masuk ke syurga, sehingga saya dapat minum air syurga dan sakit saya menjadi hilang serta terhindar dari neraka jahannam”.

Lalu Allah Berfirman kepada malaikat: ”Masuklah kamu ke syurga bersama Idris”,
kemudian keduanya masuk syurga dan Nabi Idris AS meletakan sandalnya di bawah salah satu pohon di syurga, dan setelah keluar dari syurga.Nabi Idris berkata kepada 
Malaikat: ”Sungguh sandal saya tertinggal di syurga, maka kembalikan saya ke syurga”,
dan setelah Nabi Idris AS tiba di syurga, Nabi Idris AS tidak mau di ajak keluar, ia ingin tetap tinggal dalam syurga, hingga Malaikat berteriak:”Hai Nabi Idris, keluarlah”,
dan Nabi Idris AS tetap tidak mau keluar, dan berkata: ” Karena Allah telah berfirman”: 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…”(Q.Surat Ali’imran ayat 185), Sedang saya telah merasakan mati. Dan Allah Berfirman: “Dan tidak seorangpun darimu, melainkan mendatangi neraka itu….” (Q.Surat Maryam ayat 71). Dan sungguh saya telah memasuki neraka jahannam, dan Allah juga berfirman: “…….. dan sekali-kali mereka tidak akan di keluarkan dari padanya (syurga)”. (Q.Surat AL Hijr ayat 48)”.

Malaikat berkata: ”Lantas siapa yang akan mengeluarkan mu?”.
Lalu Allah berfirman kapada Malaikat: ”Tinggalkanlah Nabi Idris di syurga, sungguh Aku telah menetapkannya, bahwa ia termasuk ahli syurga”,
kemudian Malaikat itu meninggalkan Nabi Idris AS di syurga dan tetaplah Nabi Idris AS berada dalam syurga untuk selama-lamanya. 


4. Kisah Nabi Ilyas Alaihissalam 

Ketika sedang beristirahat datanglah Malaikat kepada Nabi Ilyas AS, Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Nabi Ilyas AS menjadi sedih dan menangis.
“ Mengapa engkau bersedih?” tanya Malaikat maut.

“ Tidak tahulah.” Jawab Nabi Ilyas AS.

“Apakah engkau bersedih karena akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut ?
” tanya Malaikat.

“Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali karena aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berzikir memuji Allah, ” jawab Nabi Ilyas AS.

Saat itu Allah SWT lantas menurunkan wahyu kepada Malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas AS berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas AS ingin terus hidup semata-mata karena ingin berzikir kepada Allah SWT. Maka berzikirlah Nabi Ilyas AS sepanjang hidupnya. 

“Biarlah dia hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada-Ku sampai akhir nanti. ” Firman Allah SWT.

Monday, 25 March 2013

Kerabat Sunan Kalijaga



KLANG, 14 Mac 2005 -- Waris Kesultanan Raja Jawa atau Kerajaan Islam Demak yang melarikan diri ke Semenanjung Malaysia akibat ancaman penjajah Belanda di Indonesia dipercayai menetap di Klang.

Sekumpulan 10 lelaki yang dikatakan daripada keluarga Bani Hashim dari tanah Arab dalam satu temubual eksklusif bersama Bernama berkata, waris Raja Jawa itu, yang dikenali sebagai Kanjeng Gusti Prabu Ageng Raja Masrek Syah berumur 65 tahun kini menetap di Kampung Jawa di sini.

Kumpulan itu berkata kenyataan itu adalah benar berdasarkan salasilah keturunan mereka sebagai penyebar agama Islam di nusantara termasuk di Indonesia sejak abad ke-11 dan hubungan mereka dengan Istana Jawa di Jogjakarta, Indonesia.

Jurucakap kumpulan itu, Ahmad Suffian Nordin berkata Raja Masrek Syah adalah daripada keturunan Raden Mas Said (Sunan Kalijaga), cucu kepada Raden Kormo Wijoyo dan anak kepada Raden Korto Joyo yang lahir daripada salasilah wali sembilan atau Wali Songo seperti yang dikenali oleh penduduk Jawa.

Terdapat kira-kira 400 ahli keluarga Bani Hashim yang aktif di Malaysia malah keturunan itu juga wujud di Singapura dan Indonesia dan sering mengadakan perjumpaan keluarga dan ada kalanya diberi liputan di dada akhbar dan majalah di negara ini.

"Tujuan kami mendedahkan perkara ini ialah bagi memaklumkan kepada orang ramai bahawa keturunan Raja Jawa ini masih wujud dan berada di Malaysia. Malah perkara ini diketahui oleh alim ulama dan pemerintah di Indonesia sendiri," katanya di sini baru-baru ini.

Beliau berkata kisah mengenai `Putera Raja Yang Hilang' bermula apabila bapa Raden Mas Said, Raden Kormo Wijoyo mengarahkan anaknya melarikan diri ke Tanah Melayu pada tahun 1900 untuk meneruskan kesinambungan keluarga Raden Kormo Wijoyo serta meneruskan amanat agung keluarga mereka.

Raden Kormo Wijoyo merantau ke beberapa negeri di Semenanjung iaitu Johor dan Perak sebelum menetap, berkahwin dan meninggal dunia di Selangor dengan hidup sebagai rakyat biasa tanpa menggunakan nama asal `Raden' tetapi nama lain iaitu Isa Abdul Salam dan Yushak Abdul Salam. Cucunya Raja Masrek Syah sendiri lahir di negara ini, katanya.

Antara bukti yang boleh menjadi sandaran terhadap dakwaan itu ialah Raja Masrek Syah masih menyimpan bukti-bukti lain sebagai tanda pewaris Kerajaan Islam Demak seperti Keris Sabuk Inten, Keris Nagasasro, Tombak Kyai Pelaret, Sapu Jagat dan lain-lain yang tidak mampu dimiliki manusia biasa.

Berdasarkan pengetahuan turun-temurun orang Jawa, raja ketujuh selepas Raden Mas Said ialah raja yang mampu memberi keamanan dan penyatuan di kalangan rakyat dan umat manusia sendiri tanpa mengira bangsa dan agama.

Pendedahan itu tertulis di kitab tua Jawa, Kitab Joyoboyo dari Ronggowarsito.

Ahmad Suffian berkata kumpulan 40 orang daripada keluarga Bani Hashim yang membuat lawatan ke Jogjakarta dari 10 hingga 14 Dis 2002 terkejut apabila diberi penghormatan sebagai keluarga Diraja.

"Kita diberi penginapan dan kemudahan kerana dipercayai pemangku raja Jawa sekarang, Sultan Hamengkubuwono ke-10 mengetahui kehadiran kami di sana.

"Raja Masrek Syah bersama isteri juga mengunjungi Sultan Hamengkubuwono di istananya," katanya sambil menunjukkan gambar kedua-dua pasangan itu semasa lawatan itu.

Selain pita video yang ditayangkan untuk Bernama, mereka juga memberi risalah-risalah, bendera sendiri selain mewujudkan laman web Banimasrek.com bertujuan memberi kefahaman yang lebih kepada masyarakat yang ingin mengetahui lebih mendalam mengenai perkara itu.

Sementara itu, seorang lagi anggota kumpulan itu Jamdali Yusoff berkata mereka bersedia berbincang dengan pihak lain sekiranya ada yang berminat atau mahu memastikan kebenaran mengenai pendedahan itu dengan menemui mereka sendiri.

Al-Quran bongkar rahsia pembinaan piramid


FIRMAN Allah SWT yang bermaksud: Dan berkatalah Firaun: Wahai kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah wahai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi agar aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahawa dia (Musa) orang-orang pendusta. (al-Qasas: 38).
Daripada penjelasan ayat al-Quran di atas jelaslah bahawa selama ini manusia menjadi hairan dan kagum bagaimanakah bangunan-bangunan yang dibinakan oleh Firaun iaitu piramid dapat berdiri megah dan perkasa di bumi Mesir pada zaman pemerintahannya hingga kini.
Apakah rahsia di sebalik pembinaan piramid itu?
Akhbar Amerika Times edisi 1 Disember 2006, telah menyiarkan berita saintifik yang mengesahkan bahawa Firaun telah menggunakan tanah liat untuk membina piramid. Menurut kajian tersebut, disebutkan bahawa batu-batu yang digunakan untuk membuat piramid adalah daripada tanah liat yang dipanaskan sehingga membentuk batuan keras yang sukar dibezakan dengan batu asalnya.
Para saintis mengatakan bahawa Firaun mahir dalam bidang ilmu kimia dalam menguruskan tanah liat sehingga menjadi batu. Teknik yang mereka gunakan sangat misteri jika dilihat dari kodifikasi nombor di batu yang mereka tinggalkan.
Profesor Gilles Hug dan Dr. Michael Barsoum, menegaskan bahawa piramid yang paling besar di Giza, dibuat daripada dua jenis batuan yang terdiri daripada batu semula jadi dan batu-batu yang dibuat secara manual hasil daripada olahan tanah liat.
Baru-baru ini majalah Journal of American Ceramic Society memaparkan artikel kajian mengenai bagaimanakah Firaun membina piramid di Mesir yang mengkagumkan itu sebagai peninggalan sejarah tamadun dunia.
Kajian itu menegaskan, bahawa Firaun menggunakan tanah jenis slurry untuk membina monumen yang tinggi, termasuk piramid. Justeru itu tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu besar dan berat ribuan kilogram. Seterusnya pada dasar piramid, Firaun menggunakan batu semula jadi atau batu alam.
Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur yang dipanaskan dengan wap air garam dan akan menghasilkan wap air sehingga terbentuknya campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan ke dalam tempat yang disediakan di dinding piramid. Lumpur yang sudah diadun mengikut saiz yang dikehendaki itu dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid.
Sehubungan itu, Profesor Davidovits telah mengambil sampel batu piramid yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut. Hasilnya, beliau menegaskan bahawa batu itu diperbuat daripada lumpur. Selama ini tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu untuk membezakan antara batu alam semula jadi dengan batu buatan manusia.
Penemuan oleh Davidovits adalah hasil kajian yang memakan masa kira-kira 20 tahun. Sebelum kajian yang begitu lama terhadap piramid Bosnia, Piramid Matahari dan menjelaskan bahawa batu-batunya diperbuat daripada tanah liat. Ini memperkuatkan lagi keyakinan bahawa kaedah ini tersebar luas di masa yang lalu.
Tanah liat
Sebelum ini, seorang saintis Belgium, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawapan daripada pembuatan batu besar yang tersergam di puncak-puncak piramid. Beliau berkata:, "Setelah bertahun-tahun melakukan kajian dan penyelidikan, sekarang barulah saya yakin bahawa piramid yang terletak di Mesir diperbuat dengan menggunakan tanah liat."
Bukti-bukti dari kajian menunjukkan kepada kita bahawa bangunan-bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemui dalam tamadun canggih zaman silam, juga dibina daripada 'tanah liat'.
Pembongkaran misteri piramid tersebut adalah hasil daripada mukjizat al-Quran yang telah berbicara sejak ribuan tahun dahulu sebelum para saintis dan ilmuan dunia menemukan rahsia tersebut.
Hairan dan ajaib, sejak 1,400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad SAW dan beratus tahun selepas berakhirnya Dinasti Firaun di Mesir, memberitahu bahawa Firaun membina monumen yang megah dan tersohor itu yang dikenali sebagai piramid dengan menggunakan tanah liat.
Jika ditinjau daripada kejadian Nabi Adam sebagai bapa manusia dan menjadi khalifah di bumi, adalah juga berasal daripada penciptaan tanah liat yang ditiupkan roh oleh Allah SWT dan wujudlah sebagai manusia yang pertama di permukaan bumi.
Daripada pemaparan hakikat ayat al-Quran di atas, jelaslah membuktikan bahawa Nabi Muhammad SAW tidaklah berbicara mengikut hawa nafsunya melainkan hidayah dan petunjuk daripada Allah SWT yang menciptakan Firaun dan menenggelamkan dia di Laut Merah bersama tenteranya.
Malah Allah juga menyelamatkan Nabi Musa as daripada kekejaman Firaun menuju tanah dan bumi Palestin yang didambakan sampai sekarang dan seterusnya hari kemudian.

Wednesday, 20 March 2013

ketitir RM200,000

SUARA ketitir RM200,000


Pasir khas iaitu campuran pasir pantai yang digoreng diberikan kepada burung berkenaan untuk membantu proses penghadaman selain menjaga kemerduan suaranya.
ru 01.1 SUARA ketitir RM200,000


BAK kata pepatah, hanya jauhari mengenal manikam. Begitulah perumpamaan bagi mereka yang menggilai seni suara burung ketitir (merbok) yang subjektif dan abstrak.
Bagi kebanyakan orang, tiada apa yang istimewa dengan seekor burung sebesar tapak tangan itu, tetapi kepada para penggemarnya, kemerduan suara burung ini terlalu istimewa.
Mengapa? Meskipun cuaca panas terik, mereka sanggup berdiri menanti dan mengamati suara burung yang paling merdu di antara ratusan burung yang lain.
Dengan keindahan adunan warna dan pelbagai reka bentuk sangkar yang dipamerkan, sudah cukup menarik perhatian mereka yang meminatinya selain setia menunggu dendangan burung bertuah.
Pertandingan Seni Suara Burung Ketitir Antarabangsa Kelantan 2008 yang diadakan baru-baru ini berjaya menarik 2,000 peminatnya sempena perayaan menyambut ulang tahun Hari Keputeraan Sultan Kelantan ke-58 yang diadakan di Lubok Jong, Rantau Panjang.
Acara yang diadakan setiap tahun itu terus mendapat sambutan penggemar seni suara burung itu bukan sahaja dari dalam negara, malah dari Thailand, Singapura dan Indonesia.
Pengerusi Persatuan Seni Suara Burung Ketitir Kelantan, Datuk Nik Ishak Nik Daud memberitahu, pertandingan ini telah dianjurkan sejak lebih 30 tahun lalu.
ru 01.2 SUARA ketitir RM200,000
PARA peminat sanggup berdiri menanti dan mengamati suara burung yang paling merdu meskipun cuaca panas terik.



Menurutnya, acara ini biasa dimainkan oleh golongan petani ratusan tahun lampau yang menjadikan aktiviti membela burung ketitir ini sebagai satu kemestian.
“Aktiviti memelihara burung ketitir terus kekal sebagai kegemaran tradisi rakyat Kelantan yang diwarisi turun temurun.
“Biasanya inilah hiburan golongan petani zaman dahulu, penat lelah seharian di bendang dan ladang bagaikan terubat apabila mendengar burung belaan mereka menari dan menyanyi,” katanya.
Tambahnya, proses membela seekor burung ketitir untuk pertandingan bukanlah semudah yang disangka, pelbagai usaha perlu dilakukan untuk memastikan burung-burung ini mampu mengeluarkan suara yang merdu dan lunak.
Burung-burung ini perlu dijaga dari segi pemakanan sehinggalah soal ubat-ubatan bagi memastikan keupayaan mereka.
“Suara yang merdu dan lunak ini merupakan anugerah Allah kepada makhluknya dan kita sebagai tuan punya burung hanya berusaha memberi burung-burung tersebut latihan dan penjagaan yang sewajarnya,” ujarnya.
Bermula dengan proses makanan, burung ini akan diberi bunga rumput ataupun sekoi selain makan utamanya.
Selain itu, pasir khas iaitu campuran pasir pantai yang digoreng juga diberi untuk membantu proses penghadaman haiwan berkenaan selain menjaga kelunakan suaranya.
Burung-burung ini juga diberikan sedikit vitamin ataupun bancuhan air khas untuk membantu meningkatkan kesihatan mereka. Selain itu, sangkar juga perlu dibersihkan setiap hari.
Tidak semua burung-burung ini mempunyai suara yang baik. Hanya yang terpilih dan faktor genetik menentukan keupayaan suara mereka.
ru 01.3 SUARA ketitir RM200,000
NIK ISHAK NIK DAUD



Kepada yang tidak meminati permainan ini, jangan terkejut kerana ia boleh dikategorikan sebagai antara hobi mewah. Ini kerana nilai seekor burung yang baik boleh mencecah ratusan ribu ringgit.
“Pernah seekor burung ketitir dari Pattani, Thailand dijual pada harga RM200,000 kepada seorang warga Singapura beberapa tahun lalu.
“Bagi sesetengah orang, ia mungkin tak masuk akal tapi hakikatnya memang telah terbukti sebelum ini dan harga antara RM15,000 hingga RM20,000 seekor adalah perkara biasa bagi peminat seni suara burung ini,” jelas Nik Ishak.
Seekor burung yang menyertai pertandingan perlu dipersiapkan dengan latihan supaya mereka tidak malu mengeluarkan suara yang lunak, merdu dan galak kerana faktor tersebut termasuk dalam proses pemarkahan.
Menurut Nik Ishak, suara burung ini perlu dilatih dari segi keupayaan mengeluarkan, mengawal, lenggok, kemerduan, getaran suara selain membiasakannya dengan suasana pertandingan.
Katanya, seekor burung yang baik mampu mengeluarkan suara yang unik dan merdu untuk tempoh antara tujuh hingga lapan tahun.
“Ada sesetengah burung yang hebat, mempunyai suara yang lunak tetapi semasa hari pertandingan ia menjadi pasif kerana beberapa faktor.
“Macam juga program Akademi Fantasia (AF), seseorang peserta mungkin hebat semasa latihan tetapi pada hari pertandingan ia menjadi kaku, gugup dan takut kerana ramai pesaing,” jelasnya.
Pertandingan kali ini menampilkan juri berpengalaman yang mahir dari pelbagai negara untuk mengadili empat peringkat proses penghakiman.
Jelas Nik Ishak, suara burung ini dipecahkan kepada empat bahagian iaitu suara depan, tengah, air suara dan suara belakang.
ru 01.4 SUARA ketitir RM200,000




Keupayaan seekor burung ketitir menguasai keempat-empat bahagian ini membolehkannya dinobatkan sebagai juara selain kesepakatan juri dalam menentukan suara terbaik.
Sementara itu, empat kategori seni suara dipertandingkan iaitu suara A melibatkan burung yang mempunyai suara garau dan kasar, suara B bagi suara peringkat pertengahan, suara C untuk burung yang memiliki suara halus manakala kategori baru yang turut dipertandingkan ialah suara burung muda atau remaja yang berumur tujuh atau lapan bulan.
Dalam pada itu, Pengerusi Jawatankuasa Kerajaan Tempatan, Pelancongan dan Kebudayaan, Datuk Takiyuddin Hassan berkata, sambutan yang ditunjukkan mendorong kerajaan negeri mengambil inisiatif menambah baik pertandingan ini kerana ia tarikannya yang tersendiri.
“Peminat dan penggiat seni ini pula berkembang tanpa mengira kaum, budaya mahu pun latar belakang, malah ia berkembang ke negeri-negeri lain sama ada sebagai hobi, hiburan dan perniagaan.
ru 01.5 SUARA ketitir RM200,000
PENAT lelah seharian di bendang terubat apabila mendengar suara burung peliharaan menyanyi.



“Pada tahun ini, satu kategori baru iaitu pertandingan burung murai batu diperkenalkan sementara pertandingan burung tiong bercakap masih dikekalkan,” katanya semasa menyampaikan ucapan.
Pertandingan itu juga mempertandingkan kemerduan suara burung tekukur, candik, tiong dan murai batu
Selain pertandingan suara burung, pertandingan seni kecantikan ayam serama turut memeriahkan suasana.



Zebra Dove @ Ketitir

Burung ketitir sering dilihat mencari makanan di kawasan terbuka.

Ketitir atau merbuk merupakan spesis burung merpati yang berasal dari Asia Tenggara(Selatan Thailand, Semenanjung Malaysia dan Singapura, Indonesia dan Filipina). Burung ini yang dipanggil Zebra Dove (Numenius Chinensis) menjadi pilihan penggemar burung dan memeliharanya dalam sangkar. Ia dibela kerana siulan suaranya yang merdu. Ketitir hidup bebas di dalam belukar, ladang, kebun dan kawasan terbuka di kawasan tanah rendah. Ia juga biasa dilihat di taman dan kawasan perumahan di desa atau bandar.  
Burung ketitir bersaiz sederhana, badan langsing dengan ekor yang panjang. Bahagian atas badan keperangan kelabu dengan jalur hitam dan putih. Bahagian bawah berwarna merah jambu dengan corak hitam di sisi leher, dada dan perut. Saiznya kira-kira 20 hingga 23cm panjang dan lebar sayap di antara 24-26cm. Di Thailand dan Kelantan, pertandingan suara burung ketitir/merbuk diadakan untuk mencari juara suara terbaik dan merdu. 
 Burung ketitir memakan rumput kecil, buah dan biji rumpai. Ia juga menjadikan serangga dan invertebrata kecil sebagai makanan. Tidak seperti spesis burung merpati yang lain, mereka hidup secara individu atau berpasangan. Musim pembiakan burung ini secara semulajadi adalah dari September hingga Jun. Burung jantan akan membuat aksi berjalan sambil menunduk kepala, ekor diangkat dan dikembangkan sebagai cara memikat pasangan. Sarang mereka berbentuk mangkuk yang dibina menggunakan daun dan rumput kering. Ia dibina di atas pokok dan ada sarang yang dibina di atas tanah. Burung betina akan bertelur satu atau dua biji telur berwarna putih. Telur tersebut akan dieram oleh pasangan secara bergilir selama 13 hingga 18 hari. Setelah menetas, anak burung akan meninggalkan sarang dalam tempoh dua minggu. Ia boleh terbang dengan baik selepas berusia tiga minggu.

Sunday, 17 March 2013

Huru Hara di Malaysia?????

Malaysia Huru Hara Itu Matlamat Iluminati 2012






Mahukah anak-anak kita mengalami nasib yang sama mereka?






Kemunculan huru hara dunia semakin menghimpit kita menjadikan kita terus bercelaru untuk mencari siapa musuh kita sebenar. Kita disibukkan dengan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Hari yang semakin kacau ini akan membutakan mata kita untuk melihat kebenaran. Tentulah semua ini sengaja dibebankan kepada kita, manusia akhir zaman.

Pemesongan fakta serta bukti sengaja ditimbulkan bagi mengelak dari dikesan. Negara Arab tidak lagi akan aman sampai bila-bila kerana sememangnya ia dirancang sedemikian rupa. Dunia Islam akan digoncang dan dimanipulasi sehingga kita semua menjadi letih dan lesu. Jangan kita sangka Malaysia akan terlepas dari strategi ini.

Kita mungkin bernasib baik, namun ia tetap akan terjadi juga akhirnya kerana Knights Templer dan armada salib mereka sentiasa berusaha tanpa jemu mengkucar kacirkan negara kita. Memang benar segala langkah mereka akan terus terselindung, namun ada diantaranya dapat kita kesan melalui beberapa tindakan mereka yang melebihi batas. Contoh terbaru ialah bagaimana beberapa pertubuhan di USA mengecam sistem perundangan kita. Menggesa kita mengubah beberapa peruntukan undang-undang tertentu.

Mengapa mereka begitu berminat mencampuri urusan negara kita? Mengapa mereka tidak cuba selesaikan apa yang mereka telah mulakan di Asia Tengah, Asia Barat dan Utara Afrika? Agen-agen mereka berkeliaran dalam negara kita dengan bebas dan mampu pula melantik beberapa proksi secara rahsia. Ini menunjukkan mereka tidak pernah putus asa untuk merentap keamanan yang sedia wujud dalam negara sejak sekian lama.


demonstran bersenjata?

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan demonstrasi jalanan di Syria yang akhirnya menjadi medan pertempuran bersenjata antara demonstran dan tentera kerajaan. Siapa yang bekalkan senjata kepada demonstran? Selayaknya rakyat Syria menumpukan tenaga melawan Israel kerana negara Yahudi inilah yang sepatutnya menjadi musuh mereka. Mengapa mereka begitu bersemangat untuk menjatuhkan pemerintah padahal negara jiran mereka masih lagi huru hara sejak Saddam diguling. Bodoh sangatkah mereka?


siapa dalang yang bekalkan senjata?

Mereka tidak bodoh kerana pada zaman Asad, hampir seluruh rakyatnya dapat keluar dari buta huruf. Ramai yang telah memasuki Universiti. Tetapi apa yang terjadi ialah mereka telah diperbodohkan melalui pelbagai media terutama saluran internet yang tidak terkawal (sebagaimana di negara kita). Terhasut dengan propaganda dan maklumat palsu oleh agen-agen mereka untuk membenci kerajaan. Kini mereka dibekalkan senjata untuk memerangi tentera kerajaan pula.

Sekarang ini sudah nampak tanda Syria akan mengikuti nasib Libya apabila pemberontak (bukan lagi demonstran) mula melaungkan perkataan "revolusi" dan meminta dunia menumbangkan Presiden dengan alasan kerajaan Syria membunuh orang awam. Ia hanya bermula dari api yang sangat kecil iaitu demonstrasi jalanan.Mulai sekarang kita akan lihat drama Libya merebak ke Syria. Sudah dekat masanya PBB dan NATO masuk campur. Israel tersenyum girang melihat rakyat Syria sibuk berbunuhan sesama sendiri.

Sukakah kita melihat siri huru hara sebegini? Layakkah kita mengangkat para demostran ini sebagai mujahidin dan kematian mereka sebagai syahid? Kita tak suka huru hara tetapi kita juga yang membantu ke arah itu dan bersedia pula dimangsakan. Kenapa? Adakah kita juga bodoh? Tidak, tetapi kita diperbodohkan sebagaimana datuk nenek kita dahulu melalui perancangan Knights Templer (an Illuminati group called the Knights Templar).

Cuba kita lihat, untuk siapa pengorbanan rakyat Syria yang selama ini menjadi penganut Islam yang hidup aman damai? Siapakah yang menjadi batu api dan merancang semua kejadian ini? Rasanya ramai yang dapat memberi jawapannya. Benarkah kita sudah faham percaturan mereka? Kalau ya, kenapa kita ikut menerima kaedah yang mereka tawarkan. Kita juga sudah mula terikut-ikut berdemonstrasi walaupun masih banyak ruang untuk kita bermusyawarah.

Kita wajib menolak hasutan membenci pemerintah seperti yang berlaku di negara Arab. Sudah ada suara-suara provokasi yang mengatakan kerajaan sekarang ini "zalim", serupa dengan apa yang berlaku kepada kerajaan Muammar Gadhafi dahulu. Sama sahaja bentuknya dan media asing pula memberi liputan tidak adil dengan memburuk-burukkan kerajaan. Melalui cara inilah hasutan diselit untuk menyemarakkan lagi kebencian rakyat kepada pemimpin negara sendiri. Mereka sentiasa memasang perangkap untuk bangunkan serangan saraf yang lebih berkesan. Matlamatnya ialah menghasut rakyat bangun memberontak menjatuhkan kerajaan walaupun majoriti rakyat tidak menyetujuinya (majority wipeout).


901


Bersih 2.0

Baru-baru ini kita dimaklumkan berlaku tiga letupan bom dihari demonstrasi 901. Masing-masing menuding jari ke arah satu sama lain. PKR menuduh PERKASA. PAS menuduh UMNO dan UMNO menuduh PKR. DAP, MCA dan MIC tidak pula terlbat. Akhirnya ada yang mengatakan polis yang membuat sabotaj. Untuk apa polis lakukan semua ini? Atas alasan apa? Untuk menangkap demostran? Semua itu tidak masuk akal langsung.

Apa yang lebih meyakinkan ialah ada anasir lain yang masih menyembunyikan diri melakukannya. Alasan yang paling logik ialah huruhara. Rancangan PR untuk mengumpulkan 100 ribu penyokong pada hari itu telah diambil kesempatan untuk mencetuskan kekacauan, percik api sebagaimana berlaku di dunia Arab.

Jika benar hari itu dipenuhi lautan manusia, berapa ramaikah yang terkorban? Dalam huruhara ini akan berlakulah serang menyerang dari kedua belah pihak. Pastinya ia dimulai oleh anasir gelap yang tidak kita kenali dengan menyerang kedua belah pihak. Saya difahamkan bahawa ramai orang Yahudi telah mendarat di Singapura beberapa hari sebelum kejadian. Adakah ia satu kebetulan?

Tidak kira siapa sama ada penyokong kerajaan atau pembangkang harus memahami perancangan musuh kita bersama untuk api-apikan supaya kita terus bermusuhan. Mulai sekarang jadilah manusia matang. Politik ini hanya untuk mengundi dalam pilihanraya, bukan untuk bertengkar, memaki hamun dan bergaduh. bukan untuk berpecah belah.

Apa yang penting ialah permulaan huru hara, dan selepas itu mereka hanya melihat dari jauh. Kisah Libya, Mesir dan Syria akan wujud di bumi Malaysia. Kita patut bersyukur kepada Allah Subhana wa Taala kerana tidak mengizinkan berlakunya kekacauan pada 9 Januari yang lalu. Dengan izin Allah juga berlaku pula pemecatan Dr Hasan Ali sehari sebelum kejadian, ini telah memperlahankan rentak demonstrasi. Pemecatan Dr Hassan ada hikmahnya. Begitulah Allah memberi pertolongan kepada hambaNya, namun berapa ramaikan dari kita yang bersyukur?

Tidak mustahil ada yang menyangkal pandangan ini dan mengatakan itu semua hanya kebetulan. Namun jika Allah kehendaki, pada hari itu akan berlakulah sesuatu yang amat kita kesalkan. Ramai diantara yang menyertai perhimpunan tersebut adalah orang Melayu dan Islam. Kita pasti akan melihat aksi pergaduhan dan pembunuhan sesama Melayu sesama Islam. Keadaan pada hari ini mungkin berbeza, negara kita telah huru hara, mungkin lebih banyak rusuhan. Saya tidak membuat andaian keterlaluan kerana saya nampak ada unsur subersif seumpama Arab Spring diperhimpunan itu.

Apa yang nyata Allah tidak memihak mereka walaupun seteliti mana pun mereka merancang. Kita kira bernasib baik. Malangnya kita tidak pernah belajar dan mengambil iktibar. Kita masih bernafsu untuk berkumpul untuk demostrasi hanya kerana asakan dan pujukan ketua yang kita sayangi. Kecerdikan kita dinilai melalui keupayaan kita untuk memandang jauh ke hadapan. Sejauh mana kita mampu meneliti bukti lampau sebagai pengajaran.

Bayangkan jika anda diantara yang terkorban kerana letupan bom tersebut, berbaloikah tindakan anda membela DSAI atau Saiful itu. Apa salahnya kita membiarkan mahkamah membuat keputusannya. Jika berlaku kegawatan, ahli keluarga kita dan rakan-rakan kita mungkin ikut terkorban sama dari pelbagai kemungkinan rusuhan, pergaduhan atau mati jatuh terpijak. Bagaimana nasib kaum wanita yang ikut serta pada masa itu, mampukah mereka melarikan diri dengan selamat? Lebih malang lagi jikalau polis bertindak kasar menahan penunjuk perasaan, keadaan akan menjadi lebih gamat. .

YA. Itulah yang mereka mahu. Itulah harapan mereka kerana masa letupan bom tersebut disetkan ialah pada waktu puncak dimana hakim dijangka selesai membaca keputusannya (anggaran lebih kurang 2 jam). Keputusan pula seperti semua pihak jangkakan memihak Saiful dan DSAI disabit kesalahan, tentu keadaan penyokong DSAI seramai 100,000 orang itu menjadi ribut. Ketika kemuncak kemarahan itulah letupan berlaku. Cubalah anda bayangkan situasi pada waktu itu..

Alhamdulullah, semua itu tidak berlaku sebagaimana yang mereka kehendaki. Kita harus segera berubah. Kita perlu buat hijrah dan tinggalkan acara demonstrasi ini bagi menggagalkan niat mereka. Cukuplah kita gunakan saluran yang wajar sebagai manusia bertamaddun. Tidak kiralah sama ada anda PAS, UMNO, PKR, PERKASA atau NGOs. Usah terikut-ikut emosi dengan membenci satu sama lain kerana ia adalah hasutan syaitan, sama ada syaitan di kalangan manusia ataupun syaitan dari kalangan jin.

Jadilah dan berwataklah sepertimana manusia beriman, kerana hanya manusia beriman sahaja yang dikasihi Allah. Bersabarlah dengan kezaliman jika pun ada kerana itu pembawaan para wali Allah. Yakinlah dengan doa yang dipanjatkan ke hadrat Allah swt. Bukankah kita selalu diberitahu supaya beriman bahawa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang lagi Maha Adil? Adakah kita sudah tidak lagi beriman dengan sifatNya, beriman dengan namaNya? Tidak perlu kita beremosi kerana emosi itu sebenarnya samaran syaitan jin yang bersembunyi dalam jiwa kita. Berubahlah, berilah nasihat kepada rakan dan ahli keluarga supaya berubah sebelum ia menjadi bencana.

Saya menyeru kita semua, berpindah masuk ke pihak Allah SWT dan Rasulullah SAW. Marilah kita keluar daripada pihak penyembah lucifer, Iblis Knights Templer. Kita telah lama dikuasai dan kesemua negara Islam hari ini diperhambakan serta hidup dalam keadaan sengsara. Mereka melaksanakan pelbagai rancangan untuk memusnahkan Islam. Perlukah kita mengikuti apa yang dirancang oleh orang-orang kafir. Kenapa kita nak berhimpun menunjukkan emosi kita yang tidak ada penyelesaiannya. penyelesaian yang sebenarnya ialah kita fikir yang mana baik, kemudian buat undi pada pilihan raya, itulah yang sebenar-benarnya penyelesaian. kita tak perlu lagi berpuak-puak, kelak nanti kita semua rugi. Hari ini esok dan lusa kita mewakili parti masing-masing, dan hari-hari berikutnya kita adalah rakyat malaysia. Tak perlu nak emosi...biarlah pilihan raya yang menentukan...sesungguhnya perancangan Allah adalah perancangan yang terbaik. Bersamalah kita berserah diri kepada perancangan Allah.... Dan yakin Allah maha Adil. Maha bijak sana.

Tuesday, 12 March 2013

Polis Dikorek Mata,Dibelah Perut Dan Tangan Dipotong Penceroboh


LAHAD DATU 7 Mac - Ditawan kemudian dipenggal kepala merupakan antara kekejaman yang tiada tara dilakukan pengganas Sulu ke atas anggota keselamatan negara.
Bukan itu sahaja, seorang anggota pasukan keselamatan yang turut ditawan dirodok perutnya menggunakan parang Sulu atau barong sebelum dadanya dibelah dan dikeluarkan segala organ dalaman.
Badan wira negara juga ditetak sehingga bercerai beberapa anggota badan sebelum dicampak ke laut manakala ada antara mereka maut kerana kedua biji mata mereka dicungkil menggunakan senjata tajam.
Seorang lagi anggota pasukan keselamatan walaupun terselamat menjadi cacat apabila kedua-dua belah tangannya kudung akibat ditetak dan kepalanya dikelar menggunakan kerambit.
Kesemua wira negara itu diperlakukan sedemikian selepas diserang hendap pada 2 Mac lalu di Kampung Sri Jaya, Simunul, Semporna.
Perbuatan yang sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan itu menimbulkan tanda tanya apakah mereka ini di bawah pengaruh dadah atau ilmu hitam.
Malah, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak juga menyatakan beliau amat dukacita apabila niat suci Malaysia untuk tidak membenarkan setitik darah tumpah di bumi Sabah dibalas dengan kekejaman oleh pengganas Sulu terhadap anggota keselamatan.
Dalam pada itu, Polis Diraja Malaysia (PDRM) menerusi Facebook hari ini mengesahkan, selepas operasi menyelamat dibuat anggota komando VAT 69, mayat anggota polis ditemui dalam keadaan diperlaku dengan penuh kejam.
"Apabila tiba di Kampung Simunul, pasukan polis diserang hendap oleh penceroboh. Enam anggota polis terkorban manakala dua yang lain cedera. Enam penceroboh bersenjata telah dibunuh pihak polis.
"Polis menghantar pasukan penyelamat untuk membawa keluar mayat wira-wira kita. Mayat anggota polis ditemui dalam keadaan diperlaku dengan kejam oleh penceroboh bersenjata tersebut," katanya.
Dalam serangan itu, enam anggota polis maut iaitu Supritendan Ibrahim Lebar, Asisten Supritendan Micheal Padel, Sarjan Baharin Hamit, Sarjan Aziz Sarikun, Koperal Salam Togiron dan Lans Koperal Mohd. Azrul Tukiran.
Semua mereka yang maut itu kemudian diberi kenaikan pangkat berkuat kuasa serta-merta sebagai menghargai jasa dan pengorbanan wira yang diumumkan sendiri oleh Timbalan Ketua Polis Negara, Tan Sri Khalid Abu Bakar.
Terdahulu, pada 1 Mac lalu, pengganas Sulu juga bertindak keji apabila berpura-pura menyerah diri dengan mengangkat bendera putih sebelum menembak mati dua anggota komando VAT 69 dan mencederakan tiga yang lain di Kampung Tanduo, Lahad Datu.
Allahyarham Asisten Supritendan Zulkifli Mamat, 29 dan Sarjan Sabarudin Daud, 46, yang menyangka pengganas Sulu ikhlas kemudian bangkit daripada posisi meniarap menyebabkan kedua-dua mangsa maut ditembak di kepala.

100 Tentera Sultan Sulu Nak Rampas Sabah?


KUALA LUMPUR : Satu kumpulan yang mendakwa mahu mengembalikan semula tuntutan Filipina ke atas Sabah dipercayai menjadi dalang di sebalik pencerobohan kira-kira 100 warga asing bersenjata ke Lahad Datu, Sabah, seorang pegawai Moro dipetik sebagai berkata.
“Laporan belum disahkan dari sumber-sumber kami berkata bahawa satu kumpulan yang menggelar diri mereka Tentera Diraja Kesultanan Sulu adalah di sebalik kehadiran kumpulan bersenjata yang tidak dibenarkan itu,” kata satu sumber yang enggan mendedahkan identiti kepada akhbar Gulf News.
Menurut laporan, kumpulan lelaki bersenjata terbabit yang menaiki beberapa bot kecil telah mendarat di Lahad Datu, Selasa lalu dan kini sedang berdepan secara ketenteraan dengan pasukan keselamatan negara.
Laporan mengatakan bahawa kesemua lelaki berkenaan adalah warga Filipina, namun ia belum dapat disahkan secara rasmi.
Sumber berkenaan yang ditanya jika beliau pernah mendengar nama pasukan tentera seperti itu  sebelum ini sebaliknya berkata, matlamat kumpulan itu adalah untuk menjadikan Sabah sebahagian daripada Kesultanan Sulu.
Kesultanan berkenaan pernah wujud sebagai sebuah kerajaan yang kuat dengan pengaruh menjangkau dari Borneo, Selatan Filipina ke bahagian Visayas. Semasa kemuncak kuasanya dalam tahun-tahun 1700, Kesultanan berkenaan berkuasa ke atas wilayah kini dikenali sebagai Mindanao dan timur Malaysia.
Sementara itu, Jabatan Hal Ehwal Luar di Manila berkata, mereka masih tidak dapat mengesahkan jika 100 lelaki yang kini di Malaysia memang rakyat Filipina.
Menurut jurucakap hal ehwal luar, Raul Hernandez, Filipina menjalankan siasatan sendiri dalam kejadian itu.
“Pasukan keselamatan kami dan pegawai pertahanan sedang berhubung dengan rakan-rakan mereka di Malaysia dalam hal ini,” Hernandez berkata.
Terdahulu, terdapat juga laporan bahawa kumpulan lelaki bersenjata berkenaan adalah ahli kumpulan Abu Sayyaf yang berpusat di Sulu.
Kumpulan Abu Sayyaf kini melarikan diri dari operasi yang digerakan oleh Barisan Pembebasan Kebangsaan Moro dalam wilayah selatan Filipina.
Abu Sayyaf menahan beberapa tebusan termasuk warga Jordan, Baker Atyani yang merupakan Ketua Biro Asia Tenggara Stesen Televisyen Al Arabiya yang berpangkalan di Dubai serta dua peminat burung warga Eropah dan dua orang warga Filipina.
Sementara itu, laporan Bernama dari Papar, Sabah menyebut, Kerajaan Malaysia akan melakukan yang terbaik, termasuk melalui perundingan, bagi menangani isu pencerobohan sekumpulan warga Filipina di perairan negara di Lahad Datu.
Sambil menegaskan keadaan di Lahad Datu, bahagian pantai timur Sabah terkawal, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, tindakan itu penting bagi memastikan kumpulan yang berjumlah antara 80 dan 100 anggota itu “keluar dengan selamat ke Selatan Filipina”, sekali gus mengelak pertumpahan darah.
“Ini yang kita nak kerana mereka ada juga saudara mara di sini…jadi kita tidak mahu ada nyawa yang terkorban dan sebab itu kita minta mereka balik dengan cara yang baik,” katanya kepada pemberita selepas menghadiri Majlis Bersama Rakyat di Padang Pekan Papar di sini hari ini.
Najib berkata demikian ketika ditanya perkembangan terkini di Lahad Datu berikutan laporan yang memetik Menteri Pertahanan Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi sebagai berkata, pasukan keselamatan menahan sekumpulan warga asing menyamar sebagai anggota tentera cuba menceroboh perairan negara di Lahad Datu.
Ahmad Zahid berkata beliau mengarahkan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) bekerjasama dengan polis mengambil tindakan segera berhubung perkara itu.
Dalam menghadapi situasi genting itu, Najib, yang dimaklumkan tentang kejadian itu oleh Ketua Polis Negara Tan Sri Ismail Omar semalam dan Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Hamza Taib pagi ini, berkata: “anggota polis kini bertindak atau merupakan bulatan pertama mengepung kawasan tersebut dan bulatan kedua terdiri daripada pasukan anggota tentera.
“Dari segi kekuatan, kuasa tempur kita adalah lebih dari cukup untuk memberkas mereka, tetapi kerajaan memilih jalan untuk buat perundingan dengan mereka supaya mereka keluar dengan aman balik ke Selatan Filipina,” katanya.
Ditanya sama ada pihak berkuasa keselamatan Malaysia sudah mengenal pasti kumpulan itu, Najib berkata: “Lebih kurang kita sudah kenal pasti “.
“Tapi biarlah polis melakukan rundingan dengan mereka dan mudah-mudahan mencapai hasil dan kejayaan. Sebab mereka tak boleh ke mana, mereka dikepung…mereka tidak ada pilihan dan perlu cari jalan penyelesaian,” katanya.
Apabila ditanya sama ada kumpulan itu bersenjata atau sebaliknya, Perdana Menteri berkata perkara itu dalam makluman polis dan “jangan buat spekulasi”.
“Kita bukan mendedahkan maklumat dalaman…biar polis jalankan kerja mereka tanpa diganggu mana-mana pihak. Apa yang penting keberhasilan yang selesai tanpa pertumpahan darah,” katanya.
Mengenai tahap keselamatan dan kawalan di perairan negara terutama pantai timur Sabah, Najib berkata perairan Malaysia amat luas tetapi apa yang penting ialah “kita dapat maklumat cepat”.
“Kita mengepung mereka, bila dapat mengepung mereka, mereka tidak boleh ke mana. Kita mesti sedar lautan kita luas dan kita tidak boleh berada di setiap masa sentiasa 24 jam,” katanya sambil menambah pihak berkuasa kerajaan Malaysia sudah memaklumkan kejadian itu kepada kerajaan Filipina.– BERNAMA